Desa Sinduwati merupakan salah satu dari 10 desa yang terletak di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Wilayah ini memiliki kode desa 5107022006 dengan luas wilayah mencapai 329 hektar. Secara geografis, batas wilayah desa ini berbatasan dengan Desa Selat di sebelah utara, Desa Sidemen di sebelah selatan, Desa Sangkan Gunung di sebelah barat, serta Desa Manggis di sebelah timur.
Tata kelola pemerintahan administratif di Desa Sinduwati terbagi ke dalam lima banjar dinas yang mencakup Banjar Dinas Iseh, Banjar Dinas Kikian, Banjar Dinas Sindu Bali, Banjar Dinas Kampung Sindu, dan Banjar Dinas Punia. Di samping wilayah administratif pemerintahan, desa ini juga memiliki tatanan kemasyarakatan tradisional yang terbagi atas dua desa adat yaitu Desa Pakraman Iseh dan Desa Pakraman Tabola, serta lima banjar adat yang meliputi Banjar Adat Iseh, Banjar Adat Kikian, Banjar Adat Boan, Banjar Adat Sindu Bali, dan Banjar Adat Punia.
Tata kelola pemerintahan administratif di Desa Sinduwati terbagi ke dalam lima banjar dinas yang mencakup Banjar Dinas Iseh, Banjar Dinas Kikian, Banjar Dinas Sindu Bali, Banjar Dinas Kampung Sindu, dan Banjar Dinas Punia. Di samping wilayah administratif pemerintahan, desa ini juga memiliki tatanan kemasyarakatan tradisional yang terbagi atas dua desa adat yaitu Desa Pakraman Iseh dan Desa Pakraman Tabola, serta lima banjar adat yang meliputi Banjar Adat Iseh, Banjar Adat Kikian, Banjar Adat Boan, Banjar Adat Sindu Bali, dan Banjar Adat Punia.
Berdasarkan data kependudukan terkini, jumlah total populasi Desa Sinduwati tercatat sebanyak 5.071 jiwa, yang terdiri atas 2.542 penduduk berjenis kelamin laki-laki dan 2.529 penduduk berjenis kelamin perempuan.
Berdasarkan data kependudukan terkini, jumlah total populasi Desa Sinduwati tercatat sebanyak 5.071 jiwa, yang terdiri atas 2.542 penduduk berjenis kelamin laki-laki dan 2.529 penduduk berjenis kelamin perempuan.
OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa di seluruh Indonesia
Tema Rangkiang dibuat khusus untuk website Desa/Nagari yang menggunakan OpenSID. Berstatus tema komersil yang bisa digunakan oleh pengguna OpenSID daerah manapun di seluruh Indonesia
Peta Wilayah Sidemen
Masukkan kata kunci untuk melakukan pencarian Berita/Artikel
Tradisi, Budaya dan nilai-nilai leluhur yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat (Awig-Awig, Pelestarian Kawasan Suci, Ritual dan Upacara Keagamaan Berkala, dan Tradisi Gotong Royong atau Ngayah)
Jenis Jaringan
:
Fiber Optik
Provider Internet
:
Telkomsel, Biru Desa, Iconnet, IM3, XL-Axiata
Cakupan Wilayah
:
Seluruh wilayah Desa Sinduwati
Kecepatan Internet
:
50Mbps
Akses Publik
:
Belum adanya akses publik terhadap jaringan internet di desa atau tidak tersedia secara merata di seluruh wilayah desa
Status Desa
:
Bukan Adat
Lembaga Adat
:
Majelis Adat
Struktur Adat
:
-
Wilayah Adat
:
Wilayah Adat di desa meliputi keseluruhan areal teritorial adat yang batas-batasnya ditentukan secara turun-temurun berdasarkan Awig-awig serta kepercayaan masyarakat setempat. Wilayah ini terbagi ke dalam beberapa Banjar Adat atau Tempek yang masing-masing menaungi kawasan permukiman warga, areal Setra (Pemakaman Adat), serta kawasan suci tempat berdirinya Pura Kahyangan Tiga (Pura Desa, Pura Puseh, Dan Pura Dalem) beserta fasilitas penunjang kegiatan ritual keagamaan umat Hindu.
Kegiatan Adat
:
Kegiatan adat yang rutin dilaksanakan di desa meliputi rangkaian upacara keagamaan dan ritual berkala berdasarkan sistem penanggalan Hindu (Saka/Bali), seperti pelaksanaan upacara piodalan di Pura Kahyangan Tiga, upacara persembahyangan rutin pada hari Purnama dan Tilem, serta kegiatan gotong royong warga seperti ngayah dalam rangka persiapan upacara keagamaan dan pemeliharaan kebersihan areal suci serta fasilitas desa adat secara periodik.
Sinduwati.web.id - Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) menunjukkan unjuk kerja yang signifikan dalam peningkatan kesehatan masyarakat dengan menyediakan pelayanan kesehatan dasar yang terjangkau dan terintegrasi, berfokus pada kesehatan ibu dan anak, serta memberdayakan masyarakat melalui peran aktif kader. Sebagaimana halnya kegiatan yang dilakukan oleh Kader Posyandu Br Dinas Kikian pada hari Senin, 15 Desember 2025 yang senantiasa disampingi oleh Bidan Desa dan Kader KPM mewakili Pemerintah Desa Sinduwati. Unjuk kerja utama Posyandu meliputi pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Posyandu berperan penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kegiatan spesifik meliputi:
Pemantauan Kehamilan: Pemeriksaan rutin berat badan dan tekanan darah ibu hamil, serta pemberian tablet tambah darah (TTD) dan imunisasi Tetanus Toksoid (TT).
Pemantauan Tumbuh Kembang Balita: Penimbangan berat badan, pengukuran tinggi/panjang badan, lingkar lengan atas, dan lingkar kepala secara rutin untuk memantau pertumbuhan dan mendeteksi dini masalah gizi seperti stunting.
Imunisasi: Penyediaan layanan imunisasi lengkap bagi bayi dan balita untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit berbahaya.
Pemberian Suplementasi Gizi: Pemberian makanan tambahan (PMT) dan kapsul Vitamin A secara berkala.
Di samping itu, kegiatan Posyandu yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini selalu berusaha memberikan pembinaan dan pemberdayaan Masyarakat dan Edukasi dalam hal mana, Posyandu berfungsi sebagai forum untuk sosialisasi dan penyuluhan kesehatan. Peran kader sangat krusial dalam:
Penyuluhan Kesehatan: Memberikan informasi tentang pola hidup sehat, gizi seimbang, pencegahan diare (termasuk penyediaan oralit), dan pentingnya kebersihan.
Mobilisasi Sosial: Mengajak dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di Posyandu.
Pengelolaan dari, oleh, dan untuk Masyarakat: Posyandu dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat (kader) dengan dukungan pemerintah desa/kelurahan, menjadikan program kesehatan lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan lokal.
Selanjutnya, aksi nyata kegiatan Posyandu Br Dinas Kikian ini merupakan Layanan Terintegrasi Sepanjang Siklus Hidup di mana di era transformasi layanan kesehatan primer, Posyandu kini berkembang menjadi "Posyandu Era Baru" yang memberikan layanan terintegrasi tidak hanya untuk ibu dan anak, tetapi juga untuk remaja, usia produktif, dan lansia (Posbindu PTM/Posyandu Lansia).
Keberhasilan unjuk kerja Posyandu dapat diukur melalui beberapa indikator, antara lain:
Tingkat Partisipasi Masyarakat: Jumlah kehadiran ibu dan anak (D/S coverage) dan partisipasi dalam kegiatan penyuluhan.
Cakupan Imunisasi: Persentase bayi dan balita yang mendapatkan imunisasi lengkap.
Penurunan Angka Stunting dan Gizi Buruk: Pemantauan status gizi yang konsisten berkontribusi pada penurunan prevalensi masalah gizi.
Kelengkapan Administrasi dan Kelembagaan: Pengelolaan Posyandu yang baik dan didukung oleh sarana prasarana yang memadai.
Secara keseluruhan, Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di tingkat komunitas yang efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui tindakan preventif dan promotif yang berkelanjutan.
I Gusti Lanang Putra
09 Juli 2026 16:27:43
Trimakasih pak kerja samanya ...