
Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem
Provinsi Bali
Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Provinsi Bali
Alamat : Jl Raya Sinduwati Kode Pos : 80864
Kampung Sindu
Sinduwati.web.id - Secara harfiah, Muharram berarti "yang diharamkan" atau "suci". Di bulan ini, Allah SWT melarang umat-Nya melakukan peperangan dan menzalimi diri sendiri. Menjadikan Muharram sebagai awal tahun adalah sebuah simbolisme yang kuat tentang pentingnya memulai segala sesuatu dari kesucian.
Tahun Baru Hijriah berakar dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Oleh karena itu, makna esensial dari tahun baru ini adalah semangat transformasi.
Hijrah Fisik ke Spiritual: Jika dahulu para sahabat berpindah tempat demi mempertahankan keimanan, hari ini kita ditantang untuk berhijrah secara maknawi—berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan, dari kemalasan menuju ketakwaan, dan dari egoisme menuju kepedulian sosial.
Waktu untuk Muhasabah: Muharram adalah momen terbaik untuk mengaudit diri (self-reflection). Apa saja yang telah kita perbuat di tahun lalu, dan bekal apa yang kita siapkan untuk menghadapi tahun yang baru?
Memasuki hari kesepuluh Muharram, yang dikenal sebagai Hari Asyura, nilai kesucian bulan ini semakin memuncak. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan puasa Asyura, yang berdasarkan hadis sahih dapat menghapuskan dosa-dosa setahun yang lalu.
Secara historis, 10 Muharram adalah hari kemenangan bagi para nabi terdahulu. Pada hari ini, Nabi Nuh AS diselamatkan dari banjir besar, dan Nabi Musa AS bersama Bani Israil diselamatkan dari kejaran Firaun yang tenggelam di Laut Merah. Hari ini adalah simbol bahwa kebenaran pada akhirnya akan mengalahkan kebatilan.
Namun, bagi sejarah Islam, 10 Muharram juga menorehkan luka sedalam lautan yang tak akan pernah kering. Pada hari Jumat, 10 Muharram tahun 61 Hijriah, terjadi Tragedi Karbala di Irak.
Cucu tercinta Rasulullah SAW, Imam Husain bin Ali, bersama keluarga dan sedikit sahabatnya (sekitar 72 orang), dibantai secara keji oleh pasukan Yazid bin Muawiyah yang berjumlah ribuan. Imam Husain gugur sebagai syahid setelah dikepung, kelaparan, dan kehausan di padang Karbala.
Mengapa peristiwa Karbala menjadi pengingat penting di bulan Muharram?
Tradisi memperingati 10 Muharram (Hari Asyura) di Indonesia sangat kaya dan beragam. Karena bulan Muharram menggabungkan momen kesucian nabi-nabi terdahulu sekaligus penghormatan atas Tragedi Karbala (gugurnya Imam Husain), tradisi lokal di berbagai daerah mencerminkan perpaduan antara rasa syukur, doa, dan ekspresi empati yang mendalam. Salah satu tradisi paling masif dan dikenal luas adalah pembuatan Bubur Asyura. Tradisi ini biasanya dilakukan secara gotong-royong oleh warga kampung atau jemaah masjid.
Filosofi: Konon, tradisi ini merujuk pada kisah Nabi Nuh AS saat kapalnya berlabuh setelah banjir besar. Untuk mengenyangkan umatnya, Nabi Nuh mengumpulkan sisa-sisa bahan makanan yang ada (biji-bijian, beras, umbi-umbian) lalu memasaknya menjadi bubur.
Keunikan: Bubur ini umumnya dimasak di kuali besar dengan campuran 7 hingga 41 macam bahan (tergantung adat daerah), mulai dari beras, kacang-kacangan, sayuran, hingga umbi-umbian. Setelah matang, bubur dibagikan ke tetangga dan anak yatim sebagai simbol keberkahan dan berbagi.
Desa Sinduwati merupakan salah satu dari 10 (sepuluh) desa yang berada di Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem Provinsi Bali dengan populasi penduduk sebagai berikut :
| Kode Desa | : | 5107022006 |
| Kode Kecamatan | : | 510702 |
| Kode Kabupaten | : | 5107 |
| Kode Provinsi | : | 51 |
| Kode Pos | : | 80864 |
Jl Raya Sinduwati
Desa Sinduwati Kecamatan Sidemen
Kabupaten Karangasem - Provinsi Bali
| Senin | 08:00:00 - 14:00:00 | |
| Selasa | 08:00:00 - 14:00:00 | |
| Rabu | 08:00:00 - 14:00:00 | |
| Kamis | 08:00:00 - 14:00:00 | |
| Jumat | 08:00:00 - 14:00:00 | |
| Sabtu | Libur | |
| Minggu | Libur | |
OpenSID 2606.0.0 - Pusako v3.8-Custom

