Desa Sinduwati merupakan salah satu dari 10 desa yang berada di Kecamatan
Sidemen,
Kabupaten
Karangasem,
Provinsi Bali dengan identitas daerah :
Kode Desa
:
5107022006
Kode Kecamatan
:
510702
Kode Kabupaten
:
5107
Kode Provinsi
:
51
Website Desa Sinduwati memancarkan nuansa keanggunan, keteraturan, dan keindahan estetika yang terpancar melalui perpaduan harmonis sistem OpenSID-2607.0.1-Umum dan pesona artistik Tema Rangkiang v1.4.
Sentuhan arsitektur visual yang khas berpadu apik dengan teknologi pengelolaan informasi desa yang modern, menciptakan sebuah ruang digital yang tidak hanya informatif tetapi juga sarat akan nilai estetika budaya.
Desa Sinduwati merupakan salah satu dari 10 desa yang terletak di Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Wilayah ini memiliki kode desa 5107022006 dengan luas wilayah mencapai 356,28 hektar. Secara geografis, batas wilayah desa ini berbatasan dengan Desa Selat di sebelah utara, Desa Sidemen di sebelah selatan, Desa Sangkan Gunung di sebelah barat, serta Desa Manggis di sebelah timur.
Tata kelola pemerintahan administratif di Desa Sinduwati terbagi ke dalam 5 (lima) banjar dinas yang mencakup Banjar Dinas Iseh, Banjar Dinas Kikian, Banjar Dinas Sindu Bali, Banjar Dinas Kampung Sindu, dan Banjar Dinas Punia. Di samping wilayah administratif pemerintahan, desa ini juga memiliki tatanan kemasyarakatan tradisional yang terbagi atas 2 (dua) desa adat yaitu Desa Pakraman Iseh dan Desa Pakraman Tabola, serta 5 (lima) banjar adat yang meliputi Banjar Adat Iseh, Banjar Adat Kikian, Banjar Adat Boan, Banjar Adat Sindu Bali, dan Banjar Adat Punia.
Keadaan topografi Desa Sinduwati didominasi oleh kawasan perbukitan dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Pemanfaatan lahan di wilayah ini sebagian besar terdiri atas area tanah sawah dan tanah tegalan. Potensi sumber daya alam utamanya didukung oleh ketersediaan air yang memadai, dengan kondisi ekologi yang diwarnai oleh vegetasi bambu dan populasi monyet liar. Kendati demikian, karakteristik geografis wilayah perbukitan ini juga membawa potensi kerawanan bencana alam berupa banjir dan tanah longsor, yang diimbangi dengan kuatnya pelestarian nilai tradisi dan budaya lokal di tengah masyarakatnya.
Berdasarkan data kependudukan terkini, jumlah total populasi Desa Sinduwati tercatat sebanyak 5.065 jiwa, yang terdiri atas 2.538 penduduk berjenis kelamin laki-laki dan 2.527 penduduk berjenis kelamin perempuan.
OpenSID merupakan aplikasi bersifat Open Source. Dikembangkan oleh OpenDesa demi mendukung keterbukaan informasi dan digitalisasi Desa di seluruh Indonesia.
"Rangkiang arti harfiahnya "Lumbung Padi" merupakan Bangunan terpisah terletak di depan sebelah kiri dan kanan Rumah Gadang yang berfungsi untuk menyimpan hasil panen padi, menjadi simbol kemakmuran dan ketahanan pangan, serta memiliki fungsi ekonomi dan sosial yang penting bagi kehidupan masyarakat. Terinspirasi dari makna Lumbung Padi ini yang sangat relevan OpenSID sebagai tempat menyimpanan, pengelolaan dan Informasi data dari Desa, maka tema ini diberi nama Rangkiang".
Tema Rangkiang dibuat khusus untuk website yang menggunakan OpenSID. Berstatus tema berbayar sekali beli yang bisa digunakan oleh pengguna OpenSID daerah manapun di seluruh Indonesia.
Peta Wilayah Sidemen
Masukkan kata kunci untuk melakukan pencarian Berita/Artikel
Tradisi, Budaya dan nilai-nilai leluhur yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat (Awig-Awig, Pelestarian Kawasan Suci, Ritual dan Upacara Keagamaan Berkala, dan Tradisi Gotong Royong atau Ngayah)
Jenis Jaringan
:
Fiber Optik
Provider Internet
:
Telkomsel, Biru Desa, Iconnet, IM3, XL-Axiata
Cakupan Wilayah
:
Seluruh wilayah Desa Sinduwati
Kecepatan Internet
:
50Mbps
Akses Publik
:
Belum adanya akses publik terhadap jaringan internet di desa atau tidak tersedia secara merata di seluruh wilayah desa
Status Desa
:
Bukan Adat
Lembaga Adat
:
Majelis Adat
Struktur Adat
:
-
Wilayah Adat
:
Wilayah Adat di desa meliputi keseluruhan areal teritorial adat yang batas-batasnya ditentukan secara turun-temurun berdasarkan Awig-awig serta kepercayaan masyarakat setempat. Wilayah ini terbagi ke dalam beberapa Banjar Adat atau Tempek yang masing-masing menaungi kawasan permukiman warga, areal Setra (Pemakaman Adat), serta kawasan suci tempat berdirinya Pura Kahyangan Tiga (Pura Desa, Pura Puseh, Dan Pura Dalem) beserta fasilitas penunjang kegiatan ritual keagamaan umat Hindu.
Kegiatan Adat
:
Kegiatan adat yang rutin dilaksanakan di desa meliputi rangkaian upacara keagamaan dan ritual berkala berdasarkan sistem penanggalan Hindu (Saka/Bali), seperti pelaksanaan upacara piodalan di Pura Kahyangan Tiga, upacara persembahyangan rutin pada hari Purnama dan Tilem, serta kegiatan gotong royong warga seperti ngayah dalam rangka persiapan upacara keagamaan dan pemeliharaan kebersihan areal suci serta fasilitas desa adat secara periodik.
Sinduwati.web.id - Hari ini, Rabu 4 Desember 2025 dilaksanakan kegiatan gotong royong dalam rangka sosialisasi Kampung Pancasila di Desa Sinduwati yang dihadiri oleh Bapak Camat Sidemen beserta Staf, Bapak Danramil Sidemen beserta Staf, Perbekel Sinduwati beserta perangkat desa dan Ketua BPD Desa Sinduwati beserta anggota.
"Gotong royong Kampung Pancasila" merujuk pada program dan gerakan yang dilakukan di tingkat kampung (desa atau RW) untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata melalui kerja sama dan gotong royong. Program ini mengedepankan semangat kebersamaan, seperti kerja bakti, saling membantu warga, menggerakkan UMKM, serta menjaga toleransi antarwarga tanpa memandang suku atau agama, yang diyakini sebagai cerminan dari ideologi Pancasila, terutama sila ketiga, "Persatuan Indonesia".
Tujuan dan pelaksanaan :
Mewujudkan nilai Pancasila: Tujuannya adalah untuk menghidupkan dan menerapkan kelima sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di tingkat paling kecil, yaitu komunitas warga, seperti yang diusung oleh program di Surabaya.
Membangun semangat kebersamaan: Mengajak warga untuk bergotong royong membangun kampungnya masing-masing, di mana penyelesaian masalah dilakukan melalui musyawarah dan kolaborasi.
Memperkuat integrasi sosial: Mendorong seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan bersama untuk meningkatkan kepedulian dan semangat kekeluargaan.
Pelaksanaan: Program ini melibatkan pemerintah daerah dan aparatur sipil negara (ASN) sebagai pendamping, serta melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memastikan nilai-nilai Pancasila benar-benar dijalankan dalam tindakan nyata.
Keterkaitan dengan Pancasila :
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa: Gotong royong dianggap memiliki nilai ibadah dan dilakukan dengan semangat kemanusiaan.
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Gotong royong harus didasari atas asas kemanusiaan yang kuat.
Sila Persatuan Indonesia: Gotong royong adalah cerminan dari semangat persatuan di mana semua warga bekerja sama untuk menciptakan kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Penyelesaian masalah dilakukan melalui musyawarah, tanpa konflik dan kesenjangan sosial, serta tanpa pertentangan yang mencederai makna persatuan.
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Program ini bertujuan untuk mengurangi jurang antara yang kaya dan miskin, serta menciptakan masyarakat yang sejahtera secara bersama-sama.
Sumber Foto : I Kadek Wirya Wudarsana dan I Gusti Agung Cakra
I Gusti Lanang Putra
09 Juli 2026 16:27:43
Trimakasih pak kerja samanya ...